Mengenal Crowdfunding Berbasis Ekuitas dan Cara Kerjanya

Mengenal Crowdfunding Berbasis Ekuitas dan Cara Kerjanya

Pada praktiknya, Anda harus meregistrasikan profil bisnis yang ingin dijalankan sebelum mengajukan permodalan crowdfunding pada platform digital. Nantinya calon investor akan melihat publikasi Anda serta mempertimbangkan syarat dan ketentuan yang berlaku untuk kemudian ikut serta menanamkan modal. Setelah kedua pihak sepakat, maka pinjaman dana akan masuk melalui rekening pemilik usaha.

Cara Memperoleh Dana dari Crowdfunding Ekuitas

 

1.Menyusun proposal dan profil bisnis seatraktif mungkin

Pemodalan crowdfunding Indonesia memanfaatkan peran platform digital untuk mempertemukan para pemilik usaha dan investor. Dengan kata lain, semua proses pengajuan permohonan akan berlangsung secara online. Untuk itu, perlu digencarkan strategi khusus agar proposal Anda tampak lebih menonjol dibanding milik pelaku usaha yang lain.

Kuncinya, jangan membuat investor bertanya-tanya tentang hal teknis pada bisnis Anda. Usahakan buatlah proposal yang atraktif sehingga bisa langsung dipahami dalam sekali baca. Lampirkan prospek yang menjanjikan dengan berpedoman pada indikator proses manajemen, jenis usaha, tujuan, dan pemasaran hingga tidak ada alasan untuk menolak pengajuan crowdfunding Anda.

Sertakan foto, info grafis, bahkan video jika perlu agar lebih mudah dimengerti. Hindari penggunaan teks semata secara penuh karena informasi yang disampaikan biasanya relatif lebih terbatas. Bahkan jika Anda kesulitan mendesain proposal secara mandiri, tidak ada salahnya meminta bantuan pihak ketiga seperti desainer.

2. Melakukan registrasi ke platform khusus

Tersedia platform khusus tempat di mana para pemilik modal dan pemilik usaha bertemu. Di sini Anda bisa mengajukan permintaan dana berbasis ekuitas atau equity crowdfunding dengan menjanjikan keuntungan finansial kepada calon investor.

Equity crowdfunding pada dasarnya memang dilakukan murni untuk meraih manfaat materil berupa pengembalian modal. Biasanya, investor berhak mengambil saham sekian persen dari bisnis yang sedang Anda jalankan sebagai bentuk imbalan.

Adapun mengenai nominal persentase saham ekuitas, semua itu menyesuaikan kesepakatan antara kedua pihak. Sebagai pemilik usaha, Anda perlu rencana yang matang dalam setiap aspek terutama rincian permodalan. Selain memudahkan investor untuk memahaminya, juga mencegah kemungkinan munculnya masalah akibat kerancuan dana di kemudian hari.

3. Hindari mengumbar janji fantastis

Platform crowdfunding Indonesia umumnya diisi oleh para investor yang sudah berpengalaman di sektor bisnis. Untuk itu, Anda harus memberikan argumen realistis namun tetap terukur atau ada gambaran jelas mengenai prospek usaha tersebut di masa yang akan datang. Mengumbar janji fantastis, justru berpotensi membuat minat calon investor menyusut.

Boleh saja menjanjikan keuntungan finansial terutama pada equity crowdfunding, tetapi berikanlah gambaran yang matang. Karena itu, pastikan pula Anda memahami proposal dan profil bisnis sendiri sedetail mungkin. Jika investor bertanya, berikan penjelasan argumentatif realistis.

Jika Anda kebingungan mencari platform crowdfunding terpercaya, ada amartha.com yang siap membantu. Berperan menghubungkan investor dan pelaku usaha di seluruh Indonesia, rekam jejak positifnya tidak perlu diragukan lagi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *