Tata Cara Mandi Wajib yang Harus Anda Ketahui

Tata Cara Mandi Wajib yang Harus Anda Ketahui

Mandi janabah atau yang dikenal dengan mandi junub atau mandi wajib merupakan salah satu ajaran pokok bersuci dalam Islam yang berfungsi untuk menghilangkan hadats besar.

Salah satu kondisi yang mengharuskan seseorang mandi wajib adalah keluarnya sperma. Keluarnya sperma ini apakah karena syahwat atau karena sebab yang lainnya.

Hal ini ditegaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam, bahwa beliau bersabda : “Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni keluar air mani).” (HR. Muslim dalam Shahihnya). Dalam menerangkan hadits ini Al Imam Abu Zakaria Muhyidin bin Syaraf An Nawawi menyatakan : “Dan maknanya ialah : Tidak wajib mandi dengan air, kecuali bila telah keluarnya air yang kental, yaitu mani.”

Hal lainnya uang mengharsukan mandi wajib adalah melakukan hubungan suami istri. Orang yang melakukan hubungan intim, baik keluar mani maupun tidak wajib untuk mandi junub. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam dalam haditsnya sebagai berikut :

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam, bahwa beliau bersabda : “Apabila seorang pria telah menindih diantara empat bagian tubuh perempuan (yakni berhubungan intim) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan tersebut), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya”. (HR. Bukhari dalam Shahihnya).

Tata Cara Mandi Wajib

Hakikat mandi wajib adalah mengguyur seluruh badan dengan air, yaitu mengenai rambut dan kulit.

Hal ini dijelaskan dalam banyak hadits Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya adalah hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menceritakan tata cara mandi Nabi,

Artinya: “Kemudian beliau mengguyur air pada seluruh badannya.” (HR. An Nasai-i No. 247).

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan,

Ini penguatan makna dalam hadits ini menunjukkan bahwa pada saat mandi wajib beliau mengguyur air ke seluruh tubuh.

Dari Jubair bin Muth-im berkata: “Kami saling memperbincangkan tentang mandi janabah di sisi Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda,

“Saya mengambil dua telapak tangan, tiga kali lalu saya siramkan pada kepalaku, kemudian saya tuangkan setelahnya pada semua tubuhku.” (HR. Ahmad 4/81).

Dalil lain yang menunjukkan bahwa mengguyur seluruh badan dengan air merupakan rukun (fardhu) mandi.

Berikut dalilnya, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah, ia mengatakan,

Artinya: “Saya berkata, wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang mengepang rambut kepalaku, apakah aku harus membuka kepangku ketika mandi junub? Beliau bersabda, “ Jangan (kamu buka) cukuplah kalu mengguyur air kepalamu tiga kali, kemudian guyurlah yang lainnya dengan air, maka telah suci..” (HR. Muslim no. 330).

Niat Mandi Wajib

Seperti yang diketahui bahwa setiap yang namanya ibadah wajib itu, baik yang fardhu kifayah maupun fardhu ain, wajibnya hukumnya melafadzkan niat terlebih dahulu. Begitupun dengan mandi wajib maka anda harus melafadzkan niat mandi wajib terlebih dahulu. Berikut niat dan doa mandi wajib:

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minal janabati lillahi ta’ala”

Artinya : “Sengaja aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar janabah karena Allah Ta’ala”.

Tata Cara Mandi Wajib

Setelah anda membaca biat mandi wajib, maka langkah selanjutnya adalah mempraktekkan tata cara mandi wajib  sebagai berikut:

  • Basuh tangan sebanyak tiga kali, hal ini bertujuan agar tangan bersih dari najis
  • Lalu pancarkan air dengan tangan kanan ke atas tangan sebelumnya, lalu basuh kemaluan
  • Berwudhu seperti hendak melaksanakan sholat
  • Basuh rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut sampai menyeluruh
  • Basuh kepala 3 kali
  • Basuh semua anggota badan
  • Basuh kedua kaki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *